November 19, 2025

Curacao Lolos ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya!



Jakarta -  Curacao berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Mereka berhasil setelah menahan imbang Jamaika 0-0.

Penentuan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF dimainkan pada Rabu pagi (19/11/25). Salah satu laga yang terpenting adalah di Grup B, antara Jamaika dan Curacao.

Jamaika butuh kemenangan untuk bisa lolos ke Piala Dunia, dan Curacao hanya butuh hasil imbang. Dan Curacao sukses melakukannya dengan menahan imbang pasukan pelatih Steve McLaren itu 0-0.

The Blue Wave menjadi negara dengan populasi terendah yang bisa lolos ke Piala Dunia, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Islandia.

Sementara Jamaika sendiri harus masuk ke babak inter-confederation play-off.

Momen-momen dramatis juga tercipta di grup lain. Di Grup A, Panama berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan El Salvador 3-0. Mereka berhasil lolos karena Suriname secara mengejutkan takluk 1-3 dari Guatemala. Ini membuat Panama menyalip Suriname di papan klasemen.

Tapi, Suriname mencetak satu-satunya gol di injury time lewat gol bunuh diri Nicolas Samayoa, dan gol ini sangat krusial.

Seperti yang diketahui, hanya dua dari tiga runner-up terbaik yang bisa lolos ke inter-confederation play-off. Suriname lolos karena unggul jumlah gol (9) dari Honduras (5) di Grup C, karena kedua tim sama-sama memiliki 9 poin dan selisih gol +3.

Sementara di Grup C, Haiti yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Nicaragua 2-0.

Skotlandia dan Austria Kembali ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya Sejak 1998

 


Jakarta - Banyak momen dramatis tersaji pada hari terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA (19/11/25). Ada lima tim yang berhasil memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.

Salah satu dari lima tim itu adalah Skotlandia. Scott McTominay cs berhasil menang dramatis atas Denmark 4-2, membuat mereka menyamil Danish Dynamite di Grup C dan lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara Denmark masuk ke play-off.

Lalu juga ada Austria, yang mampu bermain imbang 1-1 melawan Bosnia, membuat mereka mempertahankan puncak klasemen Grup H, sementara Bosnia masuk ke play-off. Untuk Skotlandia dan Austria, ini pertama kalinya mereka akan bermain di Piala Dunia sejak edisi 1998.

Dua raksasa, Spanyol dan Belgia juga berhasil memastikan diri lolos ke putaran final. Spanyol bermain imbang melawan Turkiye 2-2. sementara Belgia menang telak 7-0 dari Liechtenstein.

Pada laga lainnya yang krusial, Wales bisa membantai Makedonia Utara 7-1. 

Hasil ini tetap membuat keduanya lolos ke babak play-off, karena Makedonia Utara lolos berkat performa mereka di Nations League. Tapi, hasil ini membuat mereka masuk ke pot 4 dalam undian, sementara Wales masuk ke pot 2.

Sementara satu tim lainnya yang memastikan diri lolos ke putaran final adalah Swiss, yang berhasil menahan imbang Kosovo 1-1. Kosovo sendiri masuk ke babak play-off.


Berikut hasil lengkap matchday ke-10 Kualifikasi Piala Dunia 2026:

Hasil Matchday ke-10 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Minggu, 16 November
Hungaria 2-3 Irlandia
Portugal 9-1 Armenia

Senin, 17 November
Ukraina 2-0 Islandia
Azerbaijan 1-3 Prancis
Serbia 2-1 Latvia
Albania 0-2 Inggris
Italia 1-4 Norwegia
Israel 4-1 Moldova

Selasa, 18 November
Malta 2-3 Polandia
Rep. Cheska 6-0 Gibraltar
Belanda 4-0 Lituania
Jerman 6-0 Slowakia
Irlandia Utaral 1-0 Luksemburg
Montenegro 2-3 Kroasia

Rabu, 19 November
Rumania 7-1 San Marino
Belarus 0-0 Yunani
Bulgaria 2-1 Georgia
Spanyol 2-2 Turkiye
Swedia 1-1 Slovenia
Wales 7-1 Makedonia Utara
Kosovo 1-1 Swiss
Belgia 7-0 Liechtenstein
Austria 1-1 Bosnia
Skotlandia 4-2 Denmark

Timnas Jerman Cuma Underdog di Piala Dunia 2026

  


Jakarta - Timnas Jerman memastikan kelolosan ke putaran final Piala Dunia 2026 dengan sangat baik. Pada laga penentuan melawan timnas Slowakia, Die Mannschaft berpesta gol. Mereka menang 6-0 dalam laga di Red Bull Arena, Leipzig. Hasil itu membuat sebagian orang kembali memperhitungkan Jerman sebagai calon juara di Piala Dunia pada tahun depan.

Akan tetapi, pandangan berbeda datang dari Olaf Thon. Pria yang jadi bagian skuad Jerman Barat saat juara Piala Dunia 1990 itu menyebut Die Mannschaft hanyalah underdog di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti. Dalam pandangannya, masih ada tim-tim yang lebih bagi dari armada pimpinan Julian Nagelsmann.

“Idealnya, kami dapat membuat kejutan. Namun, kami bukan favorit. Itu terlihat dari grup-grup lain di kualifikasi. Inggris, Belgia, Spanyol. Prancis, dan tim-tim lain lolos dengan mudah. Itu sebabnya kami hanyalah underdog,” urai Olaf Thon soal status timnas Jerman di Piala Dunia 2026 nanti seperti dikutip dari Sport1. “Menjadi juara Piala Dunia itu susah, tapi masih mungkin.”

Meskipun demikian, dia menilai hal itu sama sekali tidaklah buruk. “Datang ke Piala Dunia sebagai underdog belum tentu buruk. Ini sangat mengingatkan saya pada 1990 ketika Icke (Thomas) Haessler mencetak gol kemenangan melawan Wales tepat sebelum peluit akhir dan mengirim kami ke Piala Dunia,” kata Thon.

Bagi Olaf Thon, meskipun berstatus underdog, timnas Jerman punya potensi membuat kejutan di Piala Dunia 2026. Salah satu modal yang dinilai paling menentukan adalah kedalaman skuad. Dia menilai pelatih Julian Nagelsmann saat ini punya banyak opsi untuk setiap posisi. Hal ini akan meningkatkan persaingan di dalam tim dan berdampak positif pada performa di lapangan.

“Penting juga menciptakan dinamika yang meningkatkan performa. Ditekan oleh rekan setim akan sangat membantu. Itulah yang terjadi saat kami menjuarai Piala Dunia pada 2014, juga 1990. Kala itu, kami punya Uwe Bein, Pierre Littbarski, Andreas Moeller, Lothar Matthaeus, dan saya di lini tengah. Tak semuanya bisa terus main, tapi persaingan ketat meningkatkan performa individual,” ujar Thon lagi.

Hal serupa diungkapkan Matthaeus dalam kolomnya di Sky Sport. Dia menulis, “Jika Haessler tak main, Moeller masuk. Jika Littbarski absen, Bein main. Jika (Thomas) Berthold tak main, (Stefan) Reuter masuk. Di timnas saat ini pun hampir tak ada yang tak tergantikan. Tak ada yang mendapat garansi tempat. Ini menjaga fokus tetap tinggi hingga Piala Dunia dan semuanya ingin membuat pelatih terkesan.”

Saat ini, Jerman memang hanya punya segelintir pemain berkelas dunia. Namun, ada beberapa talenta yang mencuat pada musim ini. Sebut saja Lennart Karl, Said El Mala, dan Assan Ouedraogo. Dalam pandangan Thon dan Matthaeus, mereka bisa menjadi opsi menarik bagi Nagelsmann dalam menyusun skuad untuk Piala Dunia nanti.

Timnas U-22 Indonesia Lagi-lagi Dipaksa Gigit Jari oleh Mali



Bogor - Timnas U-22 Indonesia lagi-lagi gagal meraih kemenangan atas Mali. Partai timnas U-22 vs Mali di Stadion Pakansari Bogor pada Selasa (18/11) malam WIB usai dengan skor sama kuat, 2-2.

Dua gol Mali ke gawang timnas U-22 diciptakan oleh Sekou Kone pada menit ke-12 dan 63′. Sementara, gol balasan Garuda Muda dicetak Mauro Ziljstra (38′) dan Rafael Struick (52′).

Ini merupakan kali kedua timnas U-22 gagal mengalahkan Mali. Pada Sabtu (15/11) lalu, Garuda Muda dipaksa menelan kekalahan 0-3 di Stadion Pakansari.

Dua hasil uji coba melawan Mali menjadi modal timnas U-22 untuk tampil di SEA Games di Thailand akhir tahun ini. Tim besutan Indra Sjafri rencanana dilaksanakan pada 3-18 Desember 2025.

Kegagalan mengalahkan Mali tidak membuat penggawa timnas U-22 Indonesia, Ivar Jenner, patah semangat. Jenner malah mengaku sangat senang dengan perkembangan permainan yang diperlihatkan Garuda Muda dalam dua pertemuan melawan Mali.

“Seperti yang kalian lihat, kami tidak hanya punya satu taktik. Kami memiliki taktik berbeda-beda yang bisa digunakan di pertandingan SEA Games dan masa depan,” kata Jenner selepas pertandingan.

Jenner belum pasti akan tampil memperkuat timnas U-22 di SEA Games tahun ini. Pasalnya, SEA Games tidak masuk ke dalam kalender FIFA dan tim berhak tidak mengirimkan pemainnya.

Jenner masih bermain untuk tim muda FC Utrecht. Nama Jenner sebenarnya sudah didaftarkan ke tim senior, namun ia masih belum mendapat satu pun kesempatan bermain sepanjang musim 2025-26.

Oktober 28, 2025

Carvajal Kembali Cedera, Menepi Hingga Awal Tahun



Madrid - Kapten Real Madrid, Dani Carvajal lagi-lagi harus mengalami cedera pada lutut kanannya. Ini membuatnya diperkirakan harus menepi hingga awal tahun.

“Setelah menjalani tes yang dilakukan oleh Layanan Medis Real Madrid terhadap kapten kami, Dani Carvajal, ia didiagnosis mengalami benda longgar di sendi lutut kanannya. Carvajal akan menjalani artroskopi,” tulis Real Madrid seperti dilansir dari laman resmi klub.

Pengumuman ini datang setelah Carvajal bermain dalam kemenangan 2-1 Real Madrid melawan Barcelona (26/10/25).

Lutut kanan Carvajal adalah lutut yang tahun lalu alami cedera ACL, yang membuatnya absen hampir sepanjang musim 2025-25.

Laporan dari The Athletic menyebut bahwa Carvajal harus menepi hingga Januari 2026, membuatnya akan absen di beberapa laga penting, seperti laga lawan Liverpool dan Man City di Liga Champions.

Beruntungnya bagi Real Madrid, Trent Alexander-Arnold yang sudah menepi selama beberapa pekan karena cedera sudah pulih.

Eks pemain Liverpool itu sudah berada di bangku cadangan pada El Clasico kemarin, tapi tidak dimainkan.

Jika Trent masih belum fit, Xabi Alonso bisa kembali memainkan Fede Valverde di posisi bek kanan atau Raul Asencio. 

Matheus Cunha Lega Ruben Amorim Berhasil Bangkitkan Manchester United



Manchester - Matheus Cunha sangat senang karena kepercayaan penuh Manchester United terhadap Ruben Amorim berbuah sangat manis. Cunha pun menyebut Amorim pantas mendapat pujian setinggi langit setelah membangkitkan The Red Devils dari keterpurukan.

Manchester United saat ini tengah berada dalam tren positif berkat catatan tiga kemenangan beruntun. The Red Devils pun kini duduk nyaman di posisi ke-6 klasemen Liga Inggris.

“Semua orang percaya penuh kepada Amorim. Dia selalu mendorong kami untuk tampil maksimal dalam setiap kesempatan. Sebelum kami meraih tiga kemenangan beruntun, dia selalu stress setiap harinya,” ujar Cunha dilansir dari laman Tuttomercatoweb.

“Dia pantas mendapat pujian setinggi langit. Kini, kami harus bisa mempertahankan tren positif ini. Saya bahagia sekali bisa menjadi bagian tim sekaliber United,” katanya menambahkan.

Cunha berhasil membuka rekening golnya bersama The Red Devils. Pada Sabtu (25/10) lalu, ia sukses menciptakan satu gol dan mengantar The Red Devils menang 4-2 atas Brighton.

Gol tersebut tentunya mengurangi beban besar yang ada di pundak Cunha. Pasalnya, ia mendapat serangan kritik cukup deras karena gagal membobol gawang lawan dalam tujuh pertandingan pertamanya.

“Akhirnya saya berhasil mencetak gol. Ini adalah momen yang sudah lama saya nantikan. Tentu saja saya ingin bisa memberikan kontribusi lebih banyak, tapi hal terpenting adalah kami mampu meraih kemenangan,” tegas Cunha.

Cunha bakal berupaya memperpanjang tren positif The Red Devils. Pada 1 November mendatang, mereka dijadwalkan melawat ke markas Nottingham Forest.
© Copyright 2019 suarabola.id | All Right Reserved