Jakarta - Timnas Jerman memastikan kelolosan ke putaran final Piala Dunia 2026 dengan sangat baik. Pada laga penentuan melawan timnas Slowakia, Die Mannschaft berpesta gol. Mereka menang 6-0 dalam laga di Red Bull Arena, Leipzig. Hasil itu membuat sebagian orang kembali memperhitungkan Jerman sebagai calon juara di Piala Dunia pada tahun depan.
Akan tetapi, pandangan berbeda datang dari Olaf Thon. Pria yang jadi bagian skuad Jerman Barat saat juara Piala Dunia 1990 itu menyebut Die Mannschaft hanyalah underdog di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti. Dalam pandangannya, masih ada tim-tim yang lebih bagi dari armada pimpinan Julian Nagelsmann.
“Idealnya, kami dapat membuat kejutan. Namun, kami bukan favorit. Itu terlihat dari grup-grup lain di kualifikasi. Inggris, Belgia, Spanyol. Prancis, dan tim-tim lain lolos dengan mudah. Itu sebabnya kami hanyalah underdog,” urai Olaf Thon soal status timnas Jerman di Piala Dunia 2026 nanti seperti dikutip dari Sport1. “Menjadi juara Piala Dunia itu susah, tapi masih mungkin.”
Meskipun demikian, dia menilai hal itu sama sekali tidaklah buruk. “Datang ke Piala Dunia sebagai underdog belum tentu buruk. Ini sangat mengingatkan saya pada 1990 ketika Icke (Thomas) Haessler mencetak gol kemenangan melawan Wales tepat sebelum peluit akhir dan mengirim kami ke Piala Dunia,” kata Thon.
Bagi Olaf Thon, meskipun berstatus underdog, timnas Jerman punya potensi membuat kejutan di Piala Dunia 2026. Salah satu modal yang dinilai paling menentukan adalah kedalaman skuad. Dia menilai pelatih Julian Nagelsmann saat ini punya banyak opsi untuk setiap posisi. Hal ini akan meningkatkan persaingan di dalam tim dan berdampak positif pada performa di lapangan.
“Penting juga menciptakan dinamika yang meningkatkan performa. Ditekan oleh rekan setim akan sangat membantu. Itulah yang terjadi saat kami menjuarai Piala Dunia pada 2014, juga 1990. Kala itu, kami punya Uwe Bein, Pierre Littbarski, Andreas Moeller, Lothar Matthaeus, dan saya di lini tengah. Tak semuanya bisa terus main, tapi persaingan ketat meningkatkan performa individual,” ujar Thon lagi.
Hal serupa diungkapkan Matthaeus dalam kolomnya di Sky Sport. Dia menulis, “Jika Haessler tak main, Moeller masuk. Jika Littbarski absen, Bein main. Jika (Thomas) Berthold tak main, (Stefan) Reuter masuk. Di timnas saat ini pun hampir tak ada yang tak tergantikan. Tak ada yang mendapat garansi tempat. Ini menjaga fokus tetap tinggi hingga Piala Dunia dan semuanya ingin membuat pelatih terkesan.”
Saat ini, Jerman memang hanya punya segelintir pemain berkelas dunia. Namun, ada beberapa talenta yang mencuat pada musim ini. Sebut saja Lennart Karl, Said El Mala, dan Assan Ouedraogo. Dalam pandangan Thon dan Matthaeus, mereka bisa menjadi opsi menarik bagi Nagelsmann dalam menyusun skuad untuk Piala Dunia nanti.


FOLLOW THE suarabola.id AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow suarabola.id on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram